Postingan

Cerita Bulan Dua

Nanar dibulan dua .. Kala itu, teringat akan sebuah langkah penuh yang begitu cepat.. Begitu singkat, namun sangat memikat.. Cerita yang begitu lugas, ungkapan ringan yang begitu lacak dapat terucap kini terasa pedar.. Satu-satunya kesadaran adalah berseteru dengan waktu, diam dan terbelenggu dalam detik detik yang terus bergulir.. Tuhan memeluk erat dan airmata semakin jatuh dengan begitu mudahnya.. Aku perasa yang fana Rasanya terus berjalan tapi entah harus sampai dititik mana.. Muskil, adalah satu yang bisa menjelaskan saat arah dan tujuanku ternyata semu.. Kamukah itu ? Mustahil, sepertinya aku mulai berdelusi oleh angan dan rindu.. Didalam sangat morak, sedangkan kulihat begitu tenangnya permukaanmu.. Mudah ya ketika menganggap semua tak berarti apa2.. Dan yg terjadi dilain sisi begitu sulitnya waktu karna sangat gancang .. Ya terdengar sisa2 simfoni yang kini rasanya sumbang.. Bagaimana ini ? Waktu terus berjalan, dan nalarku terhenti.. Kemana mata angin yang kuikuti membawaku n...

KITA INI APA ?

Akan datang masanya saat kita saling menunggu, hanya diam, dan diburu waktu Kemudian keadaan merubah semua tentang kita, menjadi aku dan kamu Akan datang masanya saat kita tak lagi saling tahu Ketika hati kita tak lagi menggebu untuk bertemu Satu hari bukan masalah, Dua hari masih belum bermasalah Tiba-tiba saja semua terbiasa akan sesuatu yang tak lagi istimewa Aku tak ingin pergi, tapi logika ku berdiksi Nalarku beradu dengan bayangan tentang kita Kenapa aku merasa tenang karna aku mengenal bahagia yang tak pernah ku kenal? “Akankah ini hanya semu ? Atau ini yang kubutuh sejak dulu ? “ tanyaku Aku mencoba mengingat kembali darimana aku mulai semua ini Jika arahku salah, aku hanya ingin kembali  Aku terus berlari agar cepat menemukan jalan yang aku cari Arahku tak berubah, dan aku hanya membalik arah Tapi ternyata, jalan tak seperti yang pernah kujumpai Kala itu semua syahdu dan sekarang tak seperti dulu Aku seperti diburu hal-hal baru ya...

Sudah Bahagiakah Kau Disana ?

Aku adalah pecinta malam Mataku selalu enggan terlelap cepat demi sebuah harapan yang menjadi bayang Entah kenapa terasa berat menghapus mimpi yang kupahat Yang kutanya adalah yang diam, akupun tak mendapat jawaban Dalam suatu waktu, aku pernah merasa sirna Aku berharap kamu menemukanku Aku takut sendiri terbelenggu logika Semua itu , karna demi kamu aku pernah terluka Aku diam dan menangis terlalu lama Aku benar-benar tidak tau harus apa Terlalu sua tercipta karna luka Terlalu banyak paradigma menghasilkan airmata yang sia-sia Kisah yang kuanggap fiksi akhirnya jadi nyata Benar-benar ada ketika yang kubisa hanya beradu dengan waktu Kudiam dan membisu penuh tanya "Sudah bahagiakah kau disana?'

Bait Sendu

Aku masih ingat tentang memori malam itu, bagaimana kamu menebarkan semangat dihari terberatku.. Rasanya ada sesuatu yang telah mengisi ruang sempit dalam diriku Aku begitu yakin kalau itu adalah kamu.. Saat aku dekat dengan seseorang, kamu adalah satu-satunya alasanku untuk tetap menjaga hati.. Aku sudah buta karna terinspirasi olehmu, aku mencoba menepis segala hal baik jika itu bukan kamu Entah ke dunia apa kau membawaku hingga aku tak pernah bisa kembali tanpamu.. Aku masih diam ditempat dan waktu yang sama saat kau meninggalkanku, berharap kau kembali datang... Rasanya entah berada dimana karena aku melihat banyak orang dan mereka tak dapat melihatku Aku tak peduli, yang kumau hanya aku nyata didepanmu Tapi, kamu adalah kamu yang tetap akan membisu Dan aku adalah aku yang hanya punya rindu, sesuatu yang tak perlu izinmu Banyak waktu yang sudah kuhabiskan hanya untuk berhaarap kau datang.. Lagi-lagi kau percepat langkahmu dan semakin jauh dariku.. Semua te...

Rindu itu Masihkan Ada ?

Ribuan detik telah bergulir ternyata aku masih merindu.. Nalarku beradu, hatiku terjebak kepada dia yang selalu membuat ku bertanya .. Banyak hal ingin ku ceritakan, nyatanya aku hanya membisu Entah pada siapa aku dapat membagi rasa yang sungguh menyiksa.. Sesekali aku terlelap agar kita habiskan waktu bersama, Lalu, betapa gusarnya karna menyadari itu hanya mimpi belaka.. Jika dalam mimpi kita bisa bersama, rasanya aku tak ingin membuka mata Aku hanya merasa betapa bahagianya jika ada dia.. Aku selalu menangis dalam duka dan lukaku karna merindu Pernah... sesekali ingin mencoba bersua Tapi terasa semua ada batasan.. Gejolak perasaan ini... Bukankah ini sungguh menyakitkan  Tapi tetap saja, itu tak membuat jera kepadanya Aku ini manusia biasa, ingin berjuang akan bahagiaku yaitu kamu Aku berharap kelak kau bisa kutulis dalam bait kisahku.. Bukan bagian kisah sendu, tapi sesederhana rindu yang terbayar dengan bertemu Tapi aku terlalu tau semua hanya semu Lalu yang kula...