Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

Yang Teristimewa

Entahlah apa yang membuat aku saat ini lebih berani mengutarakan rasa... Sebelumnya aku tak yakin dengan anugerah Tuhan ini yang kusebut cinta.. Hampir 2 tahun aku dekat dengan seseorang yg bahkan aku tak mengerti apa yang membuatku tak ingin bersamanya ... Mungkin karna pikiranku masih tertutup oleh pemilik hati yang lama.. Aku terlarut nyaman dengan hubungan yang tidak pernah aku mengerti .. Aku tau dia berbeda, aku paham aku tak harus memperlakukannya dengan biasa.. Dia istimewa dan aku juga tak ingin bersikap sama dengan lainnya.. Mungkin aku belum bisa menerima apa yang ia bawa.. Layaknya sesuatu mampu menerima ... Jalan ini tak pernah salah, tapi aku takut kalah .. Cerita ini begitu utuh, tetapi aku takut jatuh.. Sempat kamu anggap harapku hanya palsu .. Tapi aku yakin, ini memang alurku Aku tak pernah memaksakan apapun Semua tulus tanpa syarat Lalu aku terlena, dan dia pergi perlahan-lahan.. Aku tak bisa menjelaskan cerita yang terjadi anta...

16 Desember

Terima Kasih Ayah Terima Kasih Ibu Hari ini adalah keistiwaan untukku karenamu .. Kehidupan yang Tuhan berikan pun adalah sebuah hadiah terindah yang sangat aku nikmati hingga detik ini.. Semuanya indah dan tak terduga.. Hai orang yang ikhlas Hai orang yang menyayangiku, tetaplah menjadi kamu  Tetap bersama selama aku masih punya waktu.. Sekali lagi Terima kasih Tuhan Hidupku asikk.. Happy 16 December 

RANCU

Pernah aku merasa diperbudak oleh waktu.. Merasakan kegelapan setiap detik waktu bergulir Tanpa aku sadari, saat itu aku hilang  Aku lupa karna terbiasa akan kesendirian, dan kesakitan dalam diri Aku tau jika diam semua akan sama.. Terus berpikir mengubah yang lalu  juga tak bisa.. Akhirnya tetap membunuh diri dengan airmata.. Seperti halnya tak pernah tau hari esok Lalu mengapa harus gelisah ?  Memikirkan sesuatu yang telah pergi Sungguh aku menyibukkan diri sia-sia Kutahu banyak keindahan di depan tiada tara.. Wahai pemilik masa, bolehkan aku meminta Dengan sedikit waktu yang kupunya, izinkan aku habiskan demi cita.. Agar bisa tersenyum Agar bisa bahagia bersama Agar yang hilang ku ikhlaskan Dan agar bersamanya aku tetap dalam genggamMu

The Convidence

Dari dulu aku telah belajar menjadi setegar-tegarnya wanita... Bahkan jauh sebelum aku dan kamu pada akhirnya memutuskan untuk berpisah... Aku pernah bertahan untuk sebuah cinta.. Walau aku tau Tuhan telah menghapus cinta di hatimu ... Tapi masih saja yakin untuk tak meninggalkanmu .. Saat itu aku tak ingin tau bagaimana rasanya sesal.. Aku sungguh percaya diri akan kebahagiaan karna cinta dintara 2 insan , aku dan kamu..... Kubiarkan semua tetap datang dan pergi kecuali kamu... Aku ingin tetap menjadi seseorang yang ada disampingmu .... Di masa itu aku berharap kamu lah masa depan ... Di tengah keinginan untuk tak mencari sosok lain ternyata aku adalah orang yang menyedihkan.... Entah sehina apa aku di mata Tuhan .. Aku bertanya-tanya apakah selama ini aku telah melebihkan cinta untuk makhluk lain selain untuk Nya ?? Dan aku merasa menjadi manusia yang merugi ... Aku lalai, aku lupa akan dzat yang menciptakan segala bentuk perasaan ... Pada akhirnya aku merasakan sebuah...

Hurt, it's Hard.

Apa berjuang itu, Setiap manusia pernah melangitkan sesuatu Tentang suka cita, suka duka, dan canda tawa Tapi siapa juga yang harapkan duka ? Satu bahagia saja sudah lupa olehnya Ada anggapan bahwa berjuang bukan jalan Cukuplah berharap, lalu semesta bekerja  Asumsi2 bahwa berjuang hanya ambisi kadang mematahkan mimpi-mimpi Tapi, siapa peduli i ni  Ini bukan untuk mereka , hanya kadang membutuhkannya  Picik.  Sempat berpikir kenapa keras dengan diri sendiri Tak ada yang tahu Akan ada saatnya kau temukan waktu Jiwamu terluka, nalarmu tanpa logika Mentalmu jatuh dan itu bergulir menerpa Akan ada saatnya kau menyadari Ini hidup sebenarnya, semua dalam panggung sandiwara penuh pura-pura Akan ada saatnya tahu Tidak peduli itu perlu Lalu akhirnya, t ersisa egosentrisme yang menggebu Pernahkah berbalik arah ? Ternyata tak mudah untuk 2 hl menerima yang benar lalu mengikhlaskan kenyataan Namun akhirnya empati kita hapuskan Sampai kado kecil Tuhan datang Dari sanalah k...