Cerita Bulan Dua
Nanar dibulan dua ..
Kala itu, teringat akan sebuah langkah penuh yang begitu cepat..
Begitu singkat, namun sangat memikat..
Cerita yang begitu lugas, ungkapan ringan yang begitu lacak dapat terucap kini terasa pedar..
Satu-satunya kesadaran adalah berseteru dengan waktu, diam dan terbelenggu dalam detik detik yang terus bergulir..
Tuhan memeluk erat dan airmata semakin jatuh dengan begitu mudahnya..
Aku perasa yang fana
Rasanya terus berjalan tapi entah harus sampai dititik mana..
Muskil, adalah satu yang bisa menjelaskan saat arah dan tujuanku ternyata semu..
Kamukah itu ? Mustahil, sepertinya aku mulai berdelusi oleh angan dan rindu..
Didalam sangat morak, sedangkan kulihat begitu tenangnya permukaanmu..
Mudah ya ketika menganggap semua tak berarti apa2..
Dan yg terjadi dilain sisi begitu sulitnya waktu karna sangat gancang ..
Ya terdengar sisa2 simfoni yang kini rasanya sumbang..
Bagaimana ini ?
Waktu terus berjalan, dan nalarku terhenti..
Kemana mata angin yang kuikuti membawaku nanti ?
Aku berharap ada satu sepakat yang hadir dengan begitu hikmat..
16 Februari, 21:46
Komentar
Posting Komentar